Penjelasan Metode Fuzzy Tsukamoto

Landasan teori dan implementasi metode yang digunakan dalam sistem pendukung keputusan ini.

Pengertian Metode Fuzzy Tsukamoto

Metode Fuzzy Tsukamoto merupakan salah satu metode dalam sistem inferensi fuzzy yang dikembangkan oleh Tsukamoto. Metode ini menggunakan aturan berbentuk "IF-THEN" di mana setiap konsekuen (output) pada aturan fuzzy dinyatakan dalam bentuk himpunan fuzzy dengan fungsi keanggotaan monoton, baik monoton naik maupun monoton turun.

Dalam metode Tsukamoto, setiap aturan (rule) menghasilkan nilai tegas (crisp) berdasarkan nilai α-predicate (fire strength). Hasil akhir diperoleh melalui proses defuzzifikasi menggunakan metode rata-rata terbobot (weighted average) dari seluruh output aturan yang aktif.

Secara matematis, rumus defuzzifikasi Tsukamoto adalah:

Z = Σ(αi × zi) / Σ(αi)

Keterangan: αi = fire strength rule ke-i, zi = output tegas rule ke-i

Alasan Pemilihan Metode Tsukamoto

Metode Fuzzy Tsukamoto dipilih dalam penelitian ini dengan pertimbangan sebagai berikut:

No Aspek Tsukamoto Mamdani
1 Fungsi keanggotaan output Monoton (sederhana) Beragam (kompleks)
2 Proses defuzzifikasi Rata-rata terbobot Centroid (integral)
3 Komputasi Ringan & cepat Lebih berat
4 Output setiap rule Nilai tegas (crisp) Himpunan fuzzy
5 Kesesuaian studi kasus Cocok untuk produksi Cocok untuk kontrol

Berdasarkan perbandingan di atas, metode Tsukamoto lebih sesuai untuk studi kasus penentuan jumlah produksi batik karena menghasilkan output tegas pada setiap rule, proses komputasi yang efisien, serta mudah diimplementasikan dalam sistem informasi berbasis web.

Diagram Alur Proses Fuzzy Tsukamoto

Berikut adalah diagram alur proses perhitungan Fuzzy Tsukamoto yang diterapkan dalam sistem ini:

INPUT
Permintaan & Stok
FUZZIFIKASI
Hitung μ keanggotaan
INFERENSI
α-predicate & z
DEFUZZIFIKASI
Weighted Average
OUTPUT
Jumlah Produksi
Fuzzifikasi

Proses mengubah nilai input tegas (crisp) menjadi derajat keanggotaan (μ) pada setiap himpunan fuzzy menggunakan fungsi keanggotaan linear.

Inferensi

Menentukan α-predicate (fire strength) menggunakan operator AND (MIN) dan menghitung nilai z berdasarkan fungsi keanggotaan monoton output.

Defuzzifikasi

Menghitung rata-rata terbobot dari seluruh output rule: Z = Σ(αi × zi) / Σ(αi)

Output

Hasil akhir berupa rekomendasi jumlah produksi batik (dalam satuan unit) yang telah dibulatkan ke bilangan bulat terdekat.

Tabel Variabel, Himpunan Fuzzy, dan Fungsi Keanggotaan
Variabel Jenis Himpunan Fuzzy Notasi Rentang Fungsi Keanggotaan
Permintaan Input Rendah μRendah(x) [100, 500] Linear Turun:
1, jika x ≤ 100
(500 − x) / (500 − 100), jika 100 < x < 500
0, jika x ≥ 500
Tinggi μTinggi(x) [100, 500] Linear Naik:
0, jika x ≤ 100
(x − 100) / (500 − 100), jika 100 < x < 500
1, jika x ≥ 500
Stok Input Sedikit μSedikit(x) [50, 300] Linear Turun:
1, jika x ≤ 50
(300 − x) / (300 − 50), jika 50 < x < 300
0, jika x ≥ 300
Banyak μBanyak(x) [50, 300] Linear Naik:
0, jika x ≤ 50
(x − 50) / (300 − 50), jika 50 < x < 300
1, jika x ≥ 300
Produksi Output Berkurang μBerkurang(z) [100, 500] Linear Turun (Monoton):
z = 500 − α × (500 − 100)
Bertambah μBertambah(z) [100, 500] Linear Naik (Monoton):
z = 100 + α × (500 − 100)
Basis Aturan Fuzzy (Rule Base)
Rule IF Permintaan AND Stok THEN Produksi Operator α Rumus z
R1 Rendah Banyak Berkurang min(μRendah, μBanyak) z = 500 − α × 400
R2 Rendah Sedikit Berkurang min(μRendah, μSedikit) z = 500 − α × 400
R3 Tinggi Banyak Bertambah min(μTinggi, μBanyak) z = 100 + α × 400
R4 Tinggi Sedikit Bertambah min(μTinggi, μSedikit) z = 100 + α × 400
Visualisasi Fungsi Keanggotaan

Grafik berikut menunjukkan representasi visual dari fungsi keanggotaan linear yang digunakan untuk setiap variabel fuzzy dalam sistem.

Variabel Permintaan
Variabel Stok
Variabel Produksi
Referensi
  1. Kusumadewi, S., & Purnomo, H. (2013). Aplikasi Logika Fuzzy untuk Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  2. Sutojo, T., Mulyanto, E., & Suhartono, V. (2011). Kecerdasan Buatan. Yogyakarta: Andi Offset.
  3. Turban, E., Aronson, J.E., & Liang, T.P. (2005). Decision Support Systems and Intelligent Systems. Prentice Hall.